Langsung ke konten utama

Nilai Stasioner, Fungsi Naik dan Fungsi Turun

Assalamualaikum.Wr.Wb

Nama : Mentari Dwi Khairunnisa

No.Absen : 21

Kelas : XI IPS 2

Semester 2

MATEMATIKA 


Nilai Stasioner, Fungsi Naik dan Fungsi Turun

 

 Selain untuk menentukan gradien garis singgung kurva, turunan juga dapat digunakan untuk menentukan nilai-nilai ekstrim suatu fungsi, interval fungsi naik, fungsi turun dan nilai stasioner. Secara grafik, fungsi dikatakan naik jika kurva naik, dikatakan turun jika kurva turun dan stasioner jika kurva tetap. Dengan kenyataan itu, kita bisa membuat hubungan fungsi naik, fungsi turun, nilai stasioner dengan turunan sebagai berikut:

Fungsi F(x) dikatakan naik dalam suatu interval jika F'(x) > 0 untuk setiap x anggota interval tersebut.
Fungsi F(x) dikatakan turun dalam suatu interval jika F'(x) < 0 untuk setiap x anggota interval tersebut.
Fungsi F(x) dikatakan stasioner dalam suatu interval jika F'(x) = 0 untuk setiap x anggota interval tersebut.

Fungsi naik, fungsi turun, dan fungsi diam (stasioner) merupakan kondisi dari turunan pertama suatu fungsi pada suatu interval tertentu. Kondisi yang dimaksud dapat berupa berikut.

A. Jika bertanda positif, atau , maka kurva fungsi dalam keadaan naik (disebut fungsi naik).

B. Jika bertanda negatif, atau , maka kurva fungsi dalam keadaan turun (disebut fungsi turun).

C. Jika bertanda netral, atau , maka kurva fungsi dalam keadaan tidak turun dan tidak naik, istilahnya kita sebut sebagai stasioner (disebut juga fungsi diam).

Kondisi suatu fungsi dalam keadaan naik, turun, atau diam
Diberikan fungsi dalam interval dengan diferensiabel (dapat diturunkan) pada setiap di dalam interval .

1. Jika , maka kurva akan selalu naik pada interval .

2. Jika , maka kurva akan selalu turun pada interval .

3. Jika , maka kurva stasioner (tetap/diam) pada interval .

4. Jika , maka kurva tidak pernah turun pada interval .

5. Jika , maka kurva tidak pernah naik pada interval .

Perhatikan sketsa grafik suatu fungsi berikut.

 

Kurva yang ditandai dengan warna merah adalah ketika fungsi itu dikatakan naik, dan biru untuk fungsi turun. Titik dan disebut titik stasioner, yaitu titik di mana fungsi itu diam (tidak naik maupun tidak turun). Fungsi naik saat atau , sedangkan turun pada saat .

Contoh Soal : 

1. Diberikan fungsi . Interval yang memenuhi kurva fungsi selalu naik adalah

Jawab : 

Diketahui , sehingga turunan pertamanya adalah .
Kurva selalu naik jika diberi syarat .

Jadi, interval yang membuat kurva fungsi selalu naik adalah  

2. Grafik fungsi tidak pernah naik untuk nilai-nilai

Jawab :

Diketahui , sehingga turunan pertamanya adalah .
Grafik fungsi tidak pernah naik jika diberi syarat .

Jadi, interval yang membuat grafik fungsi tidak pernah turun adalah

3. Grafik fungsi y = 1 / (x2 + 1) akan turun pada interval

Jawab :
Gunakan syaran fungsi turun F1(x) < 0, jadi kita turunkan fungsi y:
Misal:
U = 1 maka U1 = 0
V = x2 + 1 maka V1 = 2x
Jadi y1 = (U1 V - U . V1) / V2
y1 = (0 . x2 + 1 - 1 . 2x) / (x2 + 1)2
y1 = - 2x / (x2 + 1)2 < 0 (penyebut diabaikan saja)
- 2x < 0
x < 0

 

Sekian penjelasan saya pada hari ini. Mohon maaf bila ada kesalahan.


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matrik, Macam-Macam Matrik dan Operasi Matrik

  Assalamualaikum.Wr.Wb. Kembali lagi Bersama saya Mentari Dwi Khairunnisa, absen 20, dari kelas XI IPS 2. Hari ini saya akan membahas tentang Pengertian Matriks, Macam-macam Matriks, Operasi Matriks dan Contoh soalnya   Pengertian Matriks Matriks adalah susunan angka atau objek matematika lainnya yang disusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana operasi seperti penjumlahan dan perkalian dapat didefinisikan. Umumnya, matriks di atas medan F {\displaystyle F berisi elemen-elemen dari F {\displaystyle F}   F. Macam-macam Matriks 1.      Matriks Bujur Sangkar: apabila ukuran baris dan kolom sama atau m = n 2.      Matriks Diagonal: merupakan matriks bujur sangkar yang a i j = 0 {\displaystyle a_{ij}=0} , untuk i ≠ j 3.      Matriks Skalar: merupakan matriks diagonal yang memiliki unsur diagonal utamanya sama, misalnya k 4.      Matriks identitas: merupakan matriks skalar di ma...

Transformasi Translasi, Refleksi, Rotasi, Dilatasi Dengan Matriks.

  Assalamualaikum.Wr.Wb. Saya Mentari Dwi Khairunnisa, Absen 20, Kelas XI IPS 2. Hari ini saya akan membahas tentang Transformasi Translasi, Refleksi, Rotasi, Dilatasi Dengan Matriks. Translasi Suatu titik (3, 4) ditranslasikan dengan translasi (2, -1). Tentukan bayangan hasil translasi tersebut. Jawab :       Refleksi Pada bidang kartesius, terdapat suatu titik yang terletak pada koordinat (2, -1). Tentukan hasil pencerminannya jika titik tersebut dicerminakn terhadap titik O (0,0), terhadap sumbu – x, terhadap sumbu-y, terhadap garis y = x, dan terhadap garis y = -x. Jawab :       Rotasi Terdapat suatu titik (3, 0) dalam bidang kartesius. Jika titik tersebut dirotasi dengan pusat rotasi (0, 0) dan sudut rotasi 60 o , maka bayangan hasil rotasinya adalah Jawab :        Dilatasi Jika titik (-1, 3) didilatasi dengan faktor dilatasi 2 dan pusat dilatasi (2, 0), maka bayangan hasil dilatasinya adalah Jawab : ...