Assalamualaikum.Wr.Wb Saya Mentari Dwi Khairunnisa, Absen 21, Kelas XI IPS 2
PERTUMBUHAN, BUNGA TUNGGAL, BUNGA MAJEMUK, BUNGA ANUITAS, PELURUH DAN BEBERAPA CONTOH SOALNYA
Pertumbuhan
Pertumbuhan merupakan kenaikan atau pertambahan nilai suatu besaran terhadap besaran sebelumnya yang mengikuti pola aritmatika (linier) atau geometri (eksponensial).
Rumus pertumbuhan linear:
Rumus pertumbuhan eksponensial:
Keterangan: Nilai besaran setelah
periode
Nilai besaran di awal periode
Tingkat pertumbuhan
Banyaknya periode pertumbuhan
Contoh :
1. Banyak penduduk suatu kota setiap tahun meningkat sekitar 1% dari banyak penduduk tahun sebelumnya. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2009, penduduk di kota tersebut sebanyak 100.000 orang. Hitunglah banyak penduduk pada tahun 2010 dan 2020!
Jawab :
Diketahui : n = 2020 – 2009 = 11
M = 100.000
Ditanya : Mn 2010 dan Mn 2020?
Jawab :
- Mn 2020 = M ( 1+i ) n
= 100.000 ( 1 + 1/100) 11
= 100.000 ( 1,115668347)
= 111.567 orang
- Mn 2010 = 100.000 . 1/100
= 1.000 + 100.000
= 101.000 orang
Bunga Tunggal
Bunga tunggal adalah bunga yang dibayar pada setiap periode dengan besaran tetap. Besarnya bunga tunggal dihitung berdasarkan perhitungan modal awal.
Rumus bunga tunggal pada akhir periode:
Rumus besarnya modal pada akhir periode:
Keterangan: Bunga
Modal awal
Modal pada akhir periode –
Periode
Tingkat suku bunga (persentase)
Contoh :
1. Diketahui modal pinjaman Rp1.000.000 dengan bunga sebesar per bulan, maka setelah 5 bulan modalnya adalah ….
Jika modal awal sebesar , dan diketahui jumlah bunga tunggalnya B, maka besar persentase bunga tunggalnya b adalah
Bunga Majemuk
Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung berdasarkan jumlah modal yang digunakan ditambah dengan akumulasi bunga yang telah terjadi.
rumus untuk besar modal pada periode ke- dengan bunga majemuk ialah:
Keterangan: besar modal pada periode ke-
modal awal
tingkat suku bunga
periode
Contoh :
1. Bila diketahui modal pinjaman yang berjumlah Rp1.000.000 memilki bunga majemuk sebesar 2% per bulan, maka setelah 5 bulan, berapakah modal akhir nya?
Jawab :
Untuk bisa menyelesaikan persoalan ini, kita akan menggunakan rumus yang sudah kita ketahui sebelumnya yaitu:
M0 = Rp1.000.000 , b = 2% = 0,02, n = 5 bulan
Mn = M0 (1 + b)n
Mn = 1.000.000 (1 + 0,02)5
Mn = Rp1.104.080, 80
Bungan Anuitas
Anuitas adalah sistem pembayaran atau penerimaan secara berurutan dengan jumlah dan jangka waktu yang tetap (tertentu).
Anuitas yang diberikan secara tetap pada setiap akhir periode mempunyai dua fungsi yaitu membayar bunga atas hutang dan mengangsur hutang itu sendiri, sehingga:
Anuitas = Bunga atas hutang + Angsuran hutang
Jika hutang sebesar mendapat bunga sebesar
per bulan dan anuitas sebesar
, maka dapat ditentukan:
Besar bunga pada akhir periode ke-:
Besar angsuran pada akhir periode ke-:
Sisa hutang pada akhir periode ke-:
Contoh :
1. Sebuah pinjaman sebesar Rp850.000.000,00 yang harus dilunasi dengan 6 anuitas jika dasar bunga 4% per bulan dan pembayaran pertama dilakukan setelah sebulan. Sisa hutang pada akhir bulan kelima adalah?
Pembahasan
Sisa hutang pada akhir periode ke-5 adalah
Peluruh
Peluruhan merupakan penurunan atau pengurangan nilai suatu besaran terhadap nilai besaran sebelumnya yang mengikuti pola aritmatika (linier) atau geometri (eksponensial)
Rumus peluruhan linear:
Rumus peluruhan eksponensial:
Keterangan: nilai besaran setelah
periode
nilai besaran di awal periode
tingkat peluruhan
banyaknya periode peluruhan
Contoh :
1. Sebuah mobil dengan harga Rp 30.000.000,00 tiap-tiap tahun ditaksir harganya menyusut 10%. Berapa harga mobil setelah 4 tahun?
Jawab :
Diketahui:
harga mobil (M)= Rp 30.000.000,00,
penyusutan (i) = 10 = 0,1,
Waktu (n) = 4 tahun
Harga mobil setelah 4 tahun dapat dihitung sebagai berikut:
Mn= M (1 + i )n
M4 = 30.000.000 (1 - 0,1)4
= 30.000.000(0,9)4
= 30.000.000(0,6561)
= 19.683.000
Jadi harga mobil setelah 4 tahun adalah Rp 19.683.000,002.
Komentar
Posting Komentar