Assalamualikum.Wr.Wb. Saya Mentari Dwi Khairunnisa,
dari kelas XI IPS 2. Jadi hari ini saya akan membahas tentang PEMBUKTIAN : Langsung,
Tak Langsung, Kontradiksi, Induksi Matematika.
PEMBUKTIAN LANGSUNG
Pembutian Langsung adalah Suatu proses pembuktian
pembuktian menggunakan alur maju, mulai dari hipotesis dengan menggunakan
implikasi logic sampai pada pernyataan kesimpulan.
Contoh :
Buktikan bahwa a + b bilangan ganjil jika dan hanya
jika a atau b bilangan ganjil dengan a dan b bilangan bulat.
Bukti :
Jika a atau b bilangan ganjil maka a + b bilangan
ganjil
-> Misal a dan b bilangan bulat sebarang dan a
bilangan ganjil (a := 2m + 1 untuk suatu m € Z) dan b
bilangan genap (b := 2n untuk suatu n € Z ). Sehingga a + b = 2m + 1 + 2n = 2(m + n) + 1
karena tertutup terhadap operasi penjumlahan
bilangan bulat, ambil p := m + n, sehingga
a + b = 2p + 1 untuk suatu p € Z
jadi a + b bilangan ganjil
PEMBUKTIAN TAK LANGSUNG
Pembuktian Tak Langsung adalah strategi yang
sangat hebat karena
penalaran tersebut dapat
digunakan untuk membuktikan
kebenaran hampir semua
pernyataan.
Contoh :
Buktikan √2
bukan bilangan rasional
Bukti :
Misalkan √2 adalah bilangan rasional. Perhatikan
bahwa yang akan dibuktikan adalah √2 bukan bilangan rasional namun
pemisalannya adalah √2 adalah bilangan rasional. Sebagai akibatnya, berdasar
definisi dapat disimpulkan bahwa √2=p/q. Sebagai akibatnya baik p maupun q
merupakan bilangan asli dan keduanya tidak memiliki faktor persekutuan selain
1.Dengan mengkuadratkan √2=p/q sebagai Langkah yang
valid, akan didapat :2=⇒p²=2q².Karena
2q² adalah bilangan genap, maka p² nya juga genap. Karena p telah dinyatakan
sebagai bilangan asli maka didapat p sebagai bilangan asli genap. Dengan
demikian, p memiliki faktor 2. Jika sekarang dimisalkan p = 2r ⇒ (2r)² = 2q²⇒ 4r² = 2q²⇒ q² = 2p² Dengan
argument yang sama dengan yang diatas tadi dapatlah disimpulkan bahwa q adalah
bilangan asli genap, yang memiliki faktor 2 juga seperti p. Suatu keadaan yang
tidak masuk di akal sehat kita. Suatu keadaan yang kontradiktif. P dan q pada
tahap awal pembuktian dinyatakan tidak memiliki faktor persekutuan selain 1,
namun pada akhir pembuktian p dan q dinyatakan sama-sama memiliki faktor
persekutuan
2. Keadaan yang tidak masuk akal ini pada akhirnya
menunjukkan tentang salahnya pemisalan √2 sebagai bilangan rasional.
Kesimpulannya √2 bukan bilangan rasional atau √2 merupakan bilangan
irrasional. Dengan contoh diatas, jelaslah kiranya bahwa pembuktian tak
langsung (terbalik) adalah pembuktian dengan pemisalan ingkaran pernyataan yang
akan dibuktikan tadi sebagai hal yang benar, namun dengan langkah-Langkah yang
logis, pemisalan ini mengarah kesuatu keadaan yang kontradiktif, sehingga
pemisalan tersebut dinyatakan sebagai hal yang salah. Artinya negasi dari
negasi pernyataan tersebut sebagai hal yang benar. Kesimpulan akhirnya,
pernyataan yang akan dibuktikan tersebut merupakan pernyataan yang benar.
KONTRADIKSI
Kontradiksi adalah suatu pernyataan majemuk yang
bernilai salah untuk semua kemungkinan dari premis-premisnya. Jadi, kontradiksi
berlawanan dengan tautologi. Hal ini dapat dibuktikan menggunakan tabel
kebenaran ataupun sifat-sifat logika
Contoh :
Jika
p → q bernilai benar padahal q salah, maka p salah
“Bila n bilangan bulat dan n bilangan
genap maka 7n + 9 bilangan ganjil”
Pernyataan p adalah n bilangan genap
dan pernyataan q adalah 7n + 9 adalah bilangan ganjil. Maka dengan kontradiksi,
misalnya pernyataan n bukan bilangan
genap (bilangan ganjil) maka 7n + 9 adalah bilangan ganjil benar, akan muncul
suatu kontradiksi
INDUKSI MATEMATIKA
Induksi Matematika adalah pembuktian deduktif, meski namanya induksi.
Induksi matematika atau disebut juga induksi lengkap sering dipergunakan untuk
pernyataan-pernyataan yang menyangkut bilangan-bilangan asli. Induksi
matematika terbagi 2 yaitu umum dan kuat.
Ada tiga langkah dalam induksi
matematika yang diperlukan untuk membuktikan suatu rumus atau pernyataan.
Langkah-langkah tersebut adalah :
- Membuktikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk n = 1.
- Mengasumsikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk n = k.
- Membuktikan bahwa rumus atau pernyataan tersebut benar untuk n = k + 1.
Contoh :
- Langkah 1
untuk n = 1, maka :
1 = 1
1 = 1
Bentuk untuk n = 1 rumus tersebut
benar.
- Langkah 2
Misal rumus benar untuk n = k, maka:
- Langkah 3
Akan dibuktikan bahwa rumus benar
untuk n = k + 1. Sehingga:
Pembuktiannya:
(dalam langkah 2, kedua ruas ditambah k + 1)
. (k + 1) dimodifikasi menyerupai 

(dalam langkah 2, kedua ruas ditambah k + 1)
Sekian pejelasan saya hari ini, mohon maaf bila ada salah kata atau penulisan
Daftar Pustaka :
Sumber :
- https://aimprof08.wordpress.com/2012/11/14/pembuktian-langsung/
- http://p4tkmatematika.org/file/ARTIKEL/Artikel%20Matematika/20142PembuktianTakLangsungEdit_valYL.pdf
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kontradiksi
- https://blog.ruangguru.com/matematika-kelas-11-pembuktian-matematika
- https://id.wikipedia.org/wiki/Induksi_matematika
- https://www.studiobelajar.com/induksi-matematika/
Komentar
Posting Komentar